
Bantul, 14 September 2026 – SMK Muhammadiyah 2 Bantul (SMK Mudaba) kembali memperkuat pembelajaran berbasis industri melalui kegiatan Guru Tamu Program Profesional Mengajar Bersama AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia). Kegiatan yang berlangsung pada Senin (14/9/2026) ini menghadirkan praktisi dari PT Sumber Trijaya Lestari (AKSESMU) sebagai narasumber bagi murid Program Keahlian Pemasaran.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri retail modern. Melalui interaksi langsung dengan praktisi industri, murid memperoleh wawasan mengenai kompetensi yang dibutuhkan untuk berkarier di bidang pemasaran dan penjualan.
Narasumber dari PT Sumber Trijaya Lestari (AKSESMU), Indarto, menyampaikan bahwa profesi sales tidak hanya berfokus pada aktivitas menjual produk kepada pelanggan. Menurutnya, seorang sales profesional juga harus memiliki berbagai keterampilan pendukung seperti kemampuan komunikasi, negosiasi, pelayanan pelanggan, pemecahan masalah, serta kemampuan membangun hubungan yang baik dengan konsumen.
“Sales tidak hanya berjualan, tetapi juga membutuhkan berbagai skill pendukung agar mampu memberikan solusi dan menciptakan pengalaman terbaik bagi pelanggan,” ungkap Indarto dalam pemaparannya.
Selama kegiatan berlangsung, murid mendapatkan pemahaman mengenai dinamika dunia kerja, tantangan industri retail, hingga pentingnya penguasaan soft skills sebagai bekal menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif. Sesi diskusi interaktif juga memberikan kesempatan bagi murid untuk bertanya langsung mengenai pengalaman kerja dan peluang karier di industri pemasaran.
Ketua Program Keahlian Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Bantul, Nevada Monika Rianti, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan guru tamu merupakan salah satu strategi sekolah untuk mendekatkan dunia pendidikan dengan dunia industri.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada murid dari praktisi profesional sehingga mereka dapat memahami kebutuhan industri secara nyata dan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai dunia kerja,” jelasnya.
Melalui program kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), SMK Muhammadiyah 2 Bantul terus berkomitmen mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Kehadiran praktisi industri dalam proses pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan kompetensi murid sekaligus memperkuat link and match antara sekolah dengan kebutuhan industri.
Sebagai sekolah vokasi berbasis industri, SMK Muhammadiyah 2 Bantul secara konsisten menghadirkan berbagai program pembelajaran yang melibatkan praktisi profesional agar murid tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memperoleh wawasan dan pengalaman yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja saat ini.




